Ilmu pengetahuan

Uncategorized No Comments »

Ilmu Pengetahuan
Secara umum ilmu pengetahuan dapat dibagi dalam 2 kegori:
1) ilmu pengetahun duniawi.
2) ilmu pengetahuan rohani.

Ilmu pengetahuan duniawi diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk ber komunikasi dan meraih sukses dalam kehidupan, tetapi tidak menjamin adanya kedamaian dan kebahagiaan yang bersifat jangka panjang.

Ilmu pengetahuan rohani diperlukan untuk melestarikan sifat dan kelakuan ‘baik’ dan hubungan dengan suatu kekuatan luar biasa yang tidak bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan duniawi, tetapi menjamin adanya kedamaian dan kebahagiaan yang lestari.

Dua ilmu kalau diterapkan secara seimbang dan terpadu akan menyebabkan keseimbangan kehidupan rohani dan duniawi
Keseimbangan itulah yang akan membawa kebahagiaan dan kedamaian lahir batin.

Dalam konsep kebenaran, kesucian dan keindahan terkandung makna bahwa keindahan suatu seni itu adalah untuk menegakkan kebenaran dan kesucian. Kalau seni hanya untuk keindahan saja, dapat saja keindahan itu tersebut melanggar kebenaran dan kesucian dan etika moral. Karena dapat saja keindahan itu hanya untuk menyenangkan gejolak hawa nafsu.

Marilah kita selalu berusaha untuk hidup dalam kesimbangan dengan mempelajari dengan tekun semua ilmu pengetahuan tersebut diatas.

Ulang tahun ke 76

Uncategorized No Comments »

ULTAH KE-76
76 tahun sudah kujalani siklus ’samsara’ di dunia ini. Suka duka dan hukum ‘rwabineda’lainnya telah kutempuh dengan tabah sebagai seorang ‘ksatrya’. Mengingat masa-masa lalu kurasakan berkah dan bimbingan Tuhan selalu menyertaiku.
Kesehatan fisik cukup bagus, kecuali sedikit gangguan mata. Ingatan dan daya pikir masih utuh.
Kesehatan finansial masih terjaga baik, berkat ;suka menabung’ dan  hubungan baik dengan anak buah semasih aktif dulu.
Kesehatan emosional tidak terjadi gejolak besar, berkat dukungan isteri dan anak-cucu secara total.
Kesehatan spiritual juga demikian.Terima kasih dan bersyukur kepadaNya sedapatnya kulakukan setiap hari.
Semoga Tuhan tetap disampingku dan memaafkan kesalahan yang tidak sengaja kulakukan.
Sudah menjadi tekadku untuk melaksanakan ’swadharma’ ku sebaik-baiknya tanpa pamrih selama aku masih di karuniaiNya kehidupan  didunia ini.

Di Jepang ungkapan sastra Weda telah terbukti. Jumlah warga yang berumur di atas 100 tahun dalam 10 tahun terakhir terus meningkat. Ada 28.000 orang Jepang yang berusia diatas 100 tahun menurut data CENTENARIAN CLUB (kelompok orang berumur diatas 100 tahun).Belum ada yang mencapai usia 125 tahun. Menurut sastra Weda hal ini sangat mungkin.
Dalam hatiku aku ingin hidup sampai 125 tahun dalam keadaan sehat.  Mengapa tidak. Ingatlah untuk selalu memanjatkan doa umur panjang kehadapan Tuhan sebagaimana tertulis dalam kitab suci agamaku:

SEMOGA KAMI  SELAMA SERATUS TAHUN MELIHAT MATA YANG CEMERLANG ITU (SURYA DI LANGIT) YANG MUNCUL ATAS KEHENDAK TUHAN, SEMOGA KAMI HIDUP SERATUS TAHUN (Rv VII.66.16)

Veda mengisyaratkan umur 100 tahun sebagai hal yang lumrah bagi kehidupan manusia.
Yayur Veda XXXVI.24 mengembang kan sloka diatas menjadi:

SEMOGA KAMI SELAMA SERATUS TAHUN DAPAT MENYAKSIKAN MATA YANG CEMERLANG ITU - ATAS KEHENDAK TUHAN - MUNCUL DIHADAPAN KAMI.
SEMOGA KAMI HIDUP SERATUS TAHUN,
SEMOGA KAMI MENDENGAR SELAMA SERATUS TAHUN,
SEMOGA KAMI BERKATA YANG BAIK SELAMA SERATUS TAHUN,
SEMOGA KAMI DAPAT MENEGAKKAN KEPALA SELAMA SERATUS TAHUN.
YA, BAHKAN LEBIH DARI SERATUS TAHUN.

Ditambahkan pula bahwa jangka waktu 100 tahun bukanlah batas ke beradaan, barangkali kita dapat hidup lebih dari 100 tahun.
Orang tidak saja menginginkan umur panjang, tetapi juga awet muda dan tetap bergairah.
Semoga Tuhanku membuktikan ajaran Weda tersebut teRhadap diriku dan tetap memberikan berkahNya.
Terima kasih Tuhanku.

Surabaya, 2 Maret 2008

Lansia Muda (lanjutan|

Uncategorized No Comments »

Para ahli sepakat tentang 7 kebutuhan dasar manusia: Kasih,Ketenteraman, Ekspresi Kreatif, Pengakuan, Harga Diri, Pengalaman Baru dan  Sikap positif yang dinamis ( memandang hari esok/masa depan dengan kegirangan serta penuh antisipasi)

KEHIDUPAN ITU SENDIRI ADAPTIF SIFATNYA, dan bukanlah tujuan akhirnya, melainkan SARANA UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN. DAYA KEHIDUPAN itu ENERGI PENDORONG UNTUK MENCAPAI SASARAN. Seorang yang tidak merencanakan suatu SASARAN, TIDAKLAH TERLALU MEMBUTUHKAN DAYA KEHIDUPAN.
ORANG KREATIF MEMBUTUHKAN LEBIH BANYAK DAYA KEHIDUPAN.
Sebagai suatu kelompok, pekerja-pekerja kreatif - ILMUWAN, PENEMU, PELUKIS, PENULIS, FILSUF - bukan saja BERUMUR PANJANG, melainkan juga TETAP PRODUKTIF LEBIH LAMA d.p. mereka yang tidak kreatif.
* Michelangelo karya terbaiknya setelah lewat usia 80.
* Goethe menulis Gaust setelah lewat usia 80.
* Edison masih menemukan di usia 90
* Picasso setelah lewat usia 75 mendominasi dunia seni
* Wright di usia 90 masih dianggap sebagai arsitek yang paling kreatif
* Shaw masih menulis drama di usia 90

IMAN, KEBERANIAN, MINAT, OPTIMISME dan MENGARAHKAN MATA KEDEPAN memberi kita kehidupan baru dan lebih banyak daya kehidupan.
BUKAN PENSIUN DARI PEKERAAN YANG MEMATIKAN ORANG-ORANG INI, MELAINKAN PENSIUN DARI KEHIDUPAN. PERASAAN TIDAK BERGUNA LAGI, PERASAAN HARGA DIRI HILANG, KEBERANIAN HILANG dan KEPERCAYAAN DIRI HILANG. Juga didorong oleh sikap masyarakat sekarang ‘yang kurang menghargai “orang tua”. (berbeda dengan masyarakat primitif yang masih sangat menghormati orang lanjut usia).
Konsep-konsep lama banyak yang ketingalan zaman. Contohnya pada tahun 1955 para psikolog menyangka bahwa ‘kuasa mental manusia mencapai puncaknya pada usia 25, dan setelah itu mulai menurun. Temuan-temuan terakhir menunjukkan bahwa seseorang mencapai puncak mental nya pada usia 35  dan MEMPERTAHANKAN TINGKATAN YANG SAMA HINGGA USIA 70 LEBIH.
KEMAMPUAN BELAJAR PADA USIA 70 ADALAH SAMA BAIKNYA SEPERTI PADA USIA 17.

Lansia Muda

Uncategorized No Comments »

LANSIA NUDA

Jawapos telah membuat rubrik khusus “EVERGREEN Life begins at 50″. Yang menggelitikku adalah terbitan tanggal 8 April 2008 yang mengemukakan tentang ibu “Soekarti Soeryo; Terus Sehat di Usia 83 Tahun”.
Aku sangat setuju dengn motto “Life Begins at 50”, karena pada umur sekian kebanyakan orang mulai mapan hidupnya. Tidak perlu harus kaya, tetapi sehat dan damai. Dan kedamaian berarti arah hidup yang benar, yaitu mendekat kearah Tuhan.
Para ahli mengatakan bahwa Penduduk Usia Lanjut (PULAN) tahun-tahun mendatang akan terus bertambah.
Aku teringat catatan-catatan ku yang lama tentang umur panjang dan cara-cara untuk mencapainya. Tiap membaca buku yang ispiratif, aku kutip bagian-bagiannya yang penting.
Berikut catatan tentang UMUR PANJANG YANG LEBIH HIDUP.

“ Kita bukan menjadi tua karena usia, melainkan karena kejadian-kejadian dan reaksi-reaksi emosional kita terhadap kejadian-kejadian tersebut”.

Tubuh manusia, termasuk otak dan sistim syaraf, adalah seperti mesin, terdiri dari berbagai mekanisme yang lebih kecil, semuanya ada maksudnya. Mereka bekerja bersama-sama sebagai suatu kesatuan untuk menjalankan mesin tersebut. Ada semacam ‘energi’ atau ‘VITALITAS UNIVERSAL’  yang megaturnya. Adalah juga sangat jelas bahwa sumber energi vital ini - apapun itu- adalah sesuatu yang lain d,p, energi biasa yang kita peroleh dari makanan.

‘DAYA KEHIDUPAN’ ini dimantapkan sebagai suatu fakta ilmiah oleh Dr. Hans Selye dari University of Montreal. Ia menyebutnya “ENERGI ADAPTASI”.
Seumur hidup, mulai dari lahir sampai mati, kita harus beradaptasi terhadap situasi-situasi stres setiap harinya. Bahkan proses hidup itu sendiri mengandung stres, yang memerlukan adaptasi terus menerus. TUBUH MANUSIA MENGANDUNG BERBAGAI MEKANISME PERTAHANAN TERHADAP STRES SPESIFIK (LOCAL ADAPTATION SYNDROME = LAS) DAN TERHADAP STRES TIDAK SPESIFIK (GENERAL ADAPTATION SYNDROME = GAS ).
‘STRESS’ mencakup segalanya yang menuntut ADAPTASI atau penyesuaian diri (panas/dingin, kuman penyakit, ketegangan emosional, proses penuaan).
‘ENERGI ADAPTASI’ merupakan energi yang dipakai selama upaya adaptasi - sesuatu yang lain d.p. ENERGI KALORIK yang kita peroleh dari makanan.

JADI TUBUH ITU SENDIRI DIPERLENGKAPI UNTUK MEMELIHARA DIRINYA DALAM KESEHATAN - untuk mengobati dirinya sendiri dari penyakit dan UNTUK TETAP MUDA DENGAN CARA SUKSES. Dan energi adaptasi itu sendirilah yang mengatasi penyakitnya, menyembuhkan lukanya atau mengatasi pencipta stres lainnya. Energi itu mewujudkan dirinya dalam banyak cara. Energi yang menyembuhkan luka sama dengan energi yang membuat seluruh organ tubuh kita terus berfungsi. JIKA ENERGI INI BERADA DALAM KONDISI OPTIMUM, SELURUH ORGAN TUBUH BERFUNGSI LEBIH BAIK, SEHINGGA SECARA BIOLOGIS KITA BENAR-BENAR LEBIH MUDA.
Kalau kita bergelimang dalam komponen-komponen negatif, konsumsi energi tsb sangat banyak, sehingga jumlahnya jauh dibawah optimum. Daya tahan adaptasi tubuh jadi rendah dan kita jadi mudah sakit dan cepat jadi tua.
Pada International Gerontology Congress di St.Louis pada tahun 1951, Dr.Raphael Ginzberg menyatakan bahwa IDE TRADISIONAL BAHWA SESEORANG DIASUMSIKAN MENJADI TUA SERTA TAK BERGUNA KIRA-KIRA PADA USIA 70, SANGAT MEMPENGARUHI MENUANYA ORANG BERSANGKUTAN PADA USIA TSB.
Sedikitnya ada 2 cara yang menyarankan bagaimana pikiran kita sendiri bisa membuat kita tua:
1. dalam ekspektasi menjadi tua di usia tertentu, mungkin saja DIBAWAH SADAR KITA TETAPKAN SASARAN NEGATIF UNTUK DICAPAI MEKANISME KONTROL OTOMATIS kita
2. dalam mengekspektasikan usia tua dan MENJADI KETAKUTAN KARENYA, MUNGKIN TANPA SENGAJA KITA LAKUKAN HAL-HAL YANG DIPERLUKAN UNTUK MENJADIKANNYA KENYATAAN. Kita mulai membatasi kegiatan fisik maupun mental.
Kurangnya olah raga membuat kapiler-kapiler kita menyempit/ menghilang, dengan akibat pasokan darah pemberi kehidupan sangat terbatas. OLAH RAGA YANG BERSEMANGAT DIPERLUKAN UNTUK MELEBARKAN KAPILER YANG MEMBERI MAKAN SEMUA SELAPUT TUBUH DAN MEMBUANG PRODUK-PRODUK SISA.
Telah dibukikan bahwa berkurangnya olah raga dan kegiatan, secara harafiah ‘MENGERINGKAN’ kapiler-kapiler ini.

Sebagai langkah awal cukup sekian dulu. Aku akan mencari lagi catatan-catatan lamaku yang lain.
Hidup PULAN.

Teman baru no.1

Uncategorized 1 Comment »

Respons pertama atas blog ku adalah dari sidomulyo@gmail.com

Terima kasih kawan

Made


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Login