LANSIA NUDA
Jawapos telah membuat rubrik khusus “EVERGREEN Life begins at 50″. Yang menggelitikku adalah terbitan tanggal 8 April 2008 yang mengemukakan tentang ibu “Soekarti Soeryo; Terus Sehat di Usia 83 Tahun”.
Aku sangat setuju dengn motto “Life Begins at 50”, karena pada umur sekian kebanyakan orang mulai mapan hidupnya. Tidak perlu harus kaya, tetapi sehat dan damai. Dan kedamaian berarti arah hidup yang benar, yaitu mendekat kearah Tuhan.
Para ahli mengatakan bahwa Penduduk Usia Lanjut (PULAN) tahun-tahun mendatang akan terus bertambah.
Aku teringat catatan-catatan ku yang lama tentang umur panjang dan cara-cara untuk mencapainya. Tiap membaca buku yang ispiratif, aku kutip bagian-bagiannya yang penting.
Berikut catatan tentang UMUR PANJANG YANG LEBIH HIDUP.
“ Kita bukan menjadi tua karena usia, melainkan karena kejadian-kejadian dan reaksi-reaksi emosional kita terhadap kejadian-kejadian tersebut”.
Tubuh manusia, termasuk otak dan sistim syaraf, adalah seperti mesin, terdiri dari berbagai mekanisme yang lebih kecil, semuanya ada maksudnya. Mereka bekerja bersama-sama sebagai suatu kesatuan untuk menjalankan mesin tersebut. Ada semacam ‘energi’ atau ‘VITALITAS UNIVERSAL’ yang megaturnya. Adalah juga sangat jelas bahwa sumber energi vital ini - apapun itu- adalah sesuatu yang lain d,p, energi biasa yang kita peroleh dari makanan.
‘DAYA KEHIDUPAN’ ini dimantapkan sebagai suatu fakta ilmiah oleh Dr. Hans Selye dari University of Montreal. Ia menyebutnya “ENERGI ADAPTASI”.
Seumur hidup, mulai dari lahir sampai mati, kita harus beradaptasi terhadap situasi-situasi stres setiap harinya. Bahkan proses hidup itu sendiri mengandung stres, yang memerlukan adaptasi terus menerus. TUBUH MANUSIA MENGANDUNG BERBAGAI MEKANISME PERTAHANAN TERHADAP STRES SPESIFIK (LOCAL ADAPTATION SYNDROME = LAS) DAN TERHADAP STRES TIDAK SPESIFIK (GENERAL ADAPTATION SYNDROME = GAS ).
‘STRESS’ mencakup segalanya yang menuntut ADAPTASI atau penyesuaian diri (panas/dingin, kuman penyakit, ketegangan emosional, proses penuaan).
‘ENERGI ADAPTASI’ merupakan energi yang dipakai selama upaya adaptasi - sesuatu yang lain d.p. ENERGI KALORIK yang kita peroleh dari makanan.
JADI TUBUH ITU SENDIRI DIPERLENGKAPI UNTUK MEMELIHARA DIRINYA DALAM KESEHATAN - untuk mengobati dirinya sendiri dari penyakit dan UNTUK TETAP MUDA DENGAN CARA SUKSES. Dan energi adaptasi itu sendirilah yang mengatasi penyakitnya, menyembuhkan lukanya atau mengatasi pencipta stres lainnya. Energi itu mewujudkan dirinya dalam banyak cara. Energi yang menyembuhkan luka sama dengan energi yang membuat seluruh organ tubuh kita terus berfungsi. JIKA ENERGI INI BERADA DALAM KONDISI OPTIMUM, SELURUH ORGAN TUBUH BERFUNGSI LEBIH BAIK, SEHINGGA SECARA BIOLOGIS KITA BENAR-BENAR LEBIH MUDA.
Kalau kita bergelimang dalam komponen-komponen negatif, konsumsi energi tsb sangat banyak, sehingga jumlahnya jauh dibawah optimum. Daya tahan adaptasi tubuh jadi rendah dan kita jadi mudah sakit dan cepat jadi tua.
Pada International Gerontology Congress di St.Louis pada tahun 1951, Dr.Raphael Ginzberg menyatakan bahwa IDE TRADISIONAL BAHWA SESEORANG DIASUMSIKAN MENJADI TUA SERTA TAK BERGUNA KIRA-KIRA PADA USIA 70, SANGAT MEMPENGARUHI MENUANYA ORANG BERSANGKUTAN PADA USIA TSB.
Sedikitnya ada 2 cara yang menyarankan bagaimana pikiran kita sendiri bisa membuat kita tua:
1. dalam ekspektasi menjadi tua di usia tertentu, mungkin saja DIBAWAH SADAR KITA TETAPKAN SASARAN NEGATIF UNTUK DICAPAI MEKANISME KONTROL OTOMATIS kita
2. dalam mengekspektasikan usia tua dan MENJADI KETAKUTAN KARENYA, MUNGKIN TANPA SENGAJA KITA LAKUKAN HAL-HAL YANG DIPERLUKAN UNTUK MENJADIKANNYA KENYATAAN. Kita mulai membatasi kegiatan fisik maupun mental.
Kurangnya olah raga membuat kapiler-kapiler kita menyempit/ menghilang, dengan akibat pasokan darah pemberi kehidupan sangat terbatas. OLAH RAGA YANG BERSEMANGAT DIPERLUKAN UNTUK MELEBARKAN KAPILER YANG MEMBERI MAKAN SEMUA SELAPUT TUBUH DAN MEMBUANG PRODUK-PRODUK SISA.
Telah dibukikan bahwa berkurangnya olah raga dan kegiatan, secara harafiah ‘MENGERINGKAN’ kapiler-kapiler ini.
Sebagai langkah awal cukup sekian dulu. Aku akan mencari lagi catatan-catatan lamaku yang lain.
Hidup PULAN.